CNN Berita ( Jakarta ) - Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Rizieq Shihab menyatakan akan tetap menggelar aksi 212 pada 2 Desember mendatang.
Aksi 212 dilakukan dengan menggelar sajadah di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin. Habib Rizieq menegaskan, unjuk rasa super damai itu dilindungi undang-undang.
Habib Rizieq mengaku sudah melayangkan protes resmi kepada Mabes Polri terkait ucapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang tidak membolehkan gelar sajadah dalam aksi 212 lantaran dianggap mengganggu ketertiban umum.
Menurut Habib Rizieq, jika aparat melakukan intimidasi lantaran umat Islam melakukan aksi 212 yang dilindungi undang-undang, pihaknya akan melawan.
“Kalau mereka lakukan intimidasi, kita lawan. Kalau mereka melanggar hak-hak kita sebagai warga negara, kita melawan.
Tapi kalau mereka mengayomi kita, supaya kita ini menggunakan hak unjuk rasa dengan benar, tentu kita terima,” imbuh Habib Rizieq.
Tapi kalau mereka mengayomi kita, supaya kita ini menggunakan hak unjuk rasa dengan benar, tentu kita terima,” imbuh Habib Rizieq.
Sebagai warga negara yang taat hukum, Habib Rizieq menegaskan tidak akan melawan hukum. Karena itu, dia juga meminta agar aparat kepolisian mengayomi para pendemo, bukan malah melakukan intimidasi.
“Kita tidak punya niat untuk melanggar hukum. Cuma kita minta kepada aparat kepolisian sebagai pengayom, ayo kita dialog, ayo kita komunikasi, duduk bareng,” imbuh Habib Rizieq.
Habib Rizieq berharap seruannya didengar aparat kepolisian, sehingga Polri membuka pintu dialog untuk duduk bersama membicarakan rencana aksi 212.
“Besok atau lusa, kita terbuka untuk dialog. Dimana salah kita, dimana kekurangan kita, tolong kasih petunjuk,” imbuh Habib Rizieq.
Ia juga mengingatkan Polri untuk tidak lagi melakukan intimidasi dan menekan posko-posko tertentu untuk tidak ikut demo 2 Desember 2016.
“Kalau ada intimidasi, ada posko-posko yang ditekan, ada posko-posko yang dilarang, ada perusahan-perusahaan yang diancam mau dicabut izinnya kalau membawa massa demo, itu melanggar undang-undang. Itu akan kita proses dan itu akan kita lawan. Lawan secara hukum,” tandas Habib Rizieq.
“Kita ini masih berjuang untuk menegakkan hukum. Nah kalau kemudian ternyata aparatnya ingin melanggar hukum, tentu kita akan lawan secara hukum, supaya yang bersangkutan kembali ke koridor hukum,” pungkas Habib Rizieq.
