CNN Berita ( Jakarta ) - Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi)
bertemu Presiden Jokowi. Dalam jumpa pers, Romi mengimbau agar semua
pihak mengurungkan berdemonstrasi menuntut penegakan hukum terhadap
Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2 Desember.
"Kami mengimbau agar aksi tanggal 2 Desember untuk tidak dilaksanakan,"
kata Romi yang duduk di samping kiri Jokowi, di Istana Kepresidenan,
Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Romi mengajak agar semua pihak mengawal proses hukum kasus dugaan
penistaan agama itu lewat saluran-saluran tersedia. Romi menyatakan
saluran parlemen sudah menangkap aspirasi masyarakat. Pengawalan kasus
Ahok itu tak perlu lagi dilakukan dengan aksi demonstrasi lanjutan.
"Saya kira lebih baik kita meredam emosi, mari kita lakukan anger management. Anger management ini hal yang penting," kata Romi.
Romi menyebut Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia
(GNPF MUI) sebagai pihak yang ingin berdemo lagi. Padahal Ketua Umum MUI
Maruf Amin sendiri sudah ditemui Romi pada Jumat (18/11) kemarin, saat
itu Maruf menyampaikan tak perlu lagi ada demonstrasi lanjutan.
"Kiyai Maruf Amin mengatakan bahwa sudahlah, kita sudah mengantarkan proses hukum," kata Romi.
Dia juga sekalian mengimbau agar masyarakat tak ikut melakukan rush
money, yakni aksi massal menarik uang dari bank. Akibat rush money bisa
menyengsarakan masyarakat juga.
"Kita prihatin ada seruan untuk rush money, sampai-sampai Menteri Keuangan menyatakan agar ini dihindarkan," kata Romi.
Sumber : http://detik.com
