CNN Berita( Jakarta ) - Imam Besar FPI Habib Rizieq masih tetap
bersikukuh untuk menggelar Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang
meski Kapolri menyatakan aksi tersebut dilarang.
Bahkan Habib Rizieq yang juga bagian dari Gerakan Nasional Pengawal
Fatwa (GNPF) MUI menyatakan bahwa AKsi Bela Islam sejak aksi pertama
ternyata bukan hanya menyerukan stop penistaan agama.
Ada agenda lain yang memang ingin disuarakan GNPF MUI dalam aksinya
tersebut. Seperti dikutip dari website resmi Habib Rizieq, ada lima
agenda yang ingin disuarakan Aksi Bela Islam.
Berikut pernyataan lengkapnya dalam situs habibrizieq.com, Selasa (22/11/2016).
Sejak AKSI BELA ISLAM I – 1410, lalu AKSI BELA ISLAM II – 411, hingga
akan digelar AKSI BELA ISLAM III – 212, mata rakyat Indonesia yang
heterogen semakin terbuka lebar akan BAHAYA yang sedang mengancam NKRI
yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan semboyan Bhinneka Tunggal
Ika, sehingga Bangsa Indonesia dari berbagai suku dan agama sepakat :
1. Stop Penistaan Agama
2. Stop Kebangkitan PKI
3. Stop Gerakan Neolib
4. Stop Penjualan Saham BUMN kepada Asing.
5. Stop Kepemilikan Tanah dan Pemukiman kepada Asing.
Seperti diketahui Kapolri telah melarang adanya Aksi 2 Desember karena
dianggap dapat mengganggu ketertiban umum. Pasalnya Aksi 2 Desember
direncanakan akan dilakukan dengan shalat Jumat bersama di jalan
Bundaran HI.
Sumber : http://pojoksatu.com
