Total Tayangan Halaman

BREAKING NEWS :
Loading...
Breaking News
Loading...

Videos

Inilah Mereka yang meyakinkan bahwa tak ada makar dalam demo 2 Desember




CNN Berita ( Jakarta ) - Rencana demonstrasi tanggal 25 November dan 2 Desember dikait-kaitkan dengan isu makar yang diwaspadai pemerintah serta pihak Kepolisian. Bahkan ada yang menyebut demo nanti sudah melenceng dari tujuan awal, yaitu menuntut penegakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atas kasus dugaan penghinaan agama.

Isu makar bermula dari pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia sebelumnya menyatakan mendapat informasi ada rencana upaya penggulingan kekuasan dalam aksi lanjutan.

Tak sedikit kalangan menganggap ucapan Tito tersebut membuat resah sebagian besar masyarakat Indonesia. Seperti Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta semua pihak tidak memandang sinis rencana aksi demo susulan. Din mengatakan "unjuk rasa merupakan hak warga yang dilindungi konstitusi".


Inilah Yang Meyakinkan Bahwa Tidak Ada Makar Pada 2 Desember :



1.
Ketua MPR: Tak pernah ada makar bisa dilakukan kalangan sipil


CNN Berita ( Jakarta ) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, menegaskan tidak akan ada makar di Indonesia. Apalagi dilakukan kelompok sipil karena negara Indonesia menganut sistem demokrasi.

Dia menegaskan, kecurigaan akan terjadinya tindakan makar terkait aksi demonstrasi 2 Desember mendatang merupakan hal berlebihan.

"Tidak pernah ada tindakan makar yang bisa dilakukan kalangan sipil di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia. Tidak akan ada kerawanan keamanan dan politik menjelang aksi demonstrasi 2 Desember di Jakarta," ujar Zulkifli di Solo, Jumat (25/11).

Zulkifli mengatakan, boleh saja Kapolri Tito Karnavian mempunyai informasi terkait akan terjadinya makar. Namun, menurut dia, tak ada sejarahnya upaya makar dilakukan sipil di negara demokrasi.






2.
Menteri Ryamizard tegaskan demo 2 Desember tak ada makar

CNN Berita ( Jakarta ) - Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, kembali menegaskan demonstrasi di Jakarta 2 Desember mendatang tidak ada indikasi makar. Hal itu sekaligus menjadi bantahan pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang justru beranggapan sebaliknya.

"Sudah berulang-ulang saya bilang enggak ada itu (makar)," kata Menhan saat ditemui di PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung, Jumat (25/11).

Dia berharap, aksi yang disebut sebagai susulan demo 4 November itu bisa berjalan lancar sesuai apa yang diamanatkan undang-undang. Selain itu, tidak lepas dari koridor makna dari demonstrasi itu sendiri.

"Mudah-mudahan aman lancar demokrasi dikawal semua profesional kalau demo profesional artinya taat aturan. Tetap menjaga kebersihan tidak menginjak tanaman tidak memprovokasi macam-macam," ungkapnya.


3.
Demokrat sebut jangan lebay soal isu makar demo 2 Desember

CNN Berita ( Jakarta ) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan rencana makar yang disampaikan Tito terlalu jauh dan terlalu sulit dilakukan. Apalagi, para pembantu presiden seperti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak pernah mendapat informasi praktik makar itu.

"Jadi sekali lagi, makar itu sangat mencederai demokrasi kita, dan biasanya makar itu dilakukan dengan senjata dan sebagainya. Sementara, senjata ini uangnya rakyat, kalau uangnya rakyat ya tidak menghendaki itu. Jadi saya kok melihat terlalu jauh. Apalagi statement, pembantu presiden saling berbeda, Wakapolri, Menhan itu berbeda," kata Syarief di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11).

Oleh sebab itu, Syarief menyarankan agar masyarakat tidak terlalu membesar-besarkan isu makar itu. Dia mengimbau semua pihak tetap tenang agar tidak menimbulkan kegaduhan.


4.
Fahri tegaskan demokrasi Indonesia sudah kuat, tak mungkin ada makar

CNN Berita ( Jakarta )  - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini tindakan makar tidak akan terjadi pada saat demonstrasi 2 Desember mendatang. Fahri menilai tatanan demokrasi di Indonesia sudah kuat sehingga aksi untuk menggulingkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo sulit dilakukan.

"Saya sudah bilang enggak ada itu menjatuhkan pemerintah. Enggak bisa, enggak bisa. Demokrasi kita sudah kuat prosedurnya enggak mungkin lah," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan,Jakarta, Rabu (23/11).

Fahri kembali menegaskan siap pasang badan untuk melawan pihak yang secara ilegal ingin melakukan akar kepada Jokowi.
 
Toggle Footer